Dear Yoga,
Apa kabar ga? Aku kangen sekali sam Vita. Sama kamu juga. Kapan aku bisa ketemu kalian lagi? Apa kalian nggak kangen sama aku? Kamu masih marah ya ga? Maafin aku ga. Bisa kan kita bicara baik-baik dan menyelesaikan masalah ini dengan kepala dan hati yang dingin?
Yang mencintaimu,
Saskia
---more stories ---
Saskia,
Aku sudah memikirkan ini berulang-ulang, dan aku sampai pada keputusan, aku ingin bercerai. Maaf, aku tidak bisa menjalani hubungan yang didasari dengan kebohongan. Apalagi, kebohongan besar yang sudah kamu lakukan. Ternyata aku menikahi seseorang yang sudah tidak gadis lagi! Kak Sasa nanti akan menghubungimu untuk proses perceraiannya.
Yoga
---more stories---
“ Kamu tahu Ndi…Yoga adalah separuh nyawaku. Tanpa dia aku seperti enggan melanjutkan hidup ini. Tidak seperti ini. Aku akan rela jika dia pergi di panggil yang maha berhak. Tapi tidak seperti ini, aku tidak pernah menyayangi seorang pria seperti ini sepanjang hidupku. Dialah suamiku, hidupku, yang dengan dia aku ingin menghabiskan sisa hidupku Ndi! Kenapa kamu dengan teganya menghancurkan kebahagiaan yang sejak lama aku impikan. Kenapa tidak kamu cari kebahagiaanmu sendiri.
---more stories ---
Malam ini mobilku, jalan tol dalam kota, Jakarta, bulan, bintang, langit menjadi saksi tumpahnya air mataku. Entah sudah berapa kali aku sudah bolak balik mengendarai mobilku ini melintasi sepinya jalan tol dalam kota. Aku kecewa. Aku sedih. Ternyata hanya sebesar itulah Yoga mencintaiku. Ah, kalau saja bisa kuputar waktu yang berjalan ini ke masa lalu, aku ingin sekali kembali ke masa dimana aku dengan bodohnya percaya oleh bujukan dan rayuan gombal Andi yang akhirnya sekarang membuat hidupku berantakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar